Pinta Hamba
Kamis, 31 Desember 2015
Ungkapan Hati
Bukan
sekedar tatapan…
Berawal dari ketidak sengajaan ku
memperhatikanmu dan hingga akhir akhirnya menumbuh kan hasrat dihati ini untuk
selalu bisa melihat tatapan tajam yang ada di bola mata indah mu. Sederhana tapi
indah terucap kata itu di setiap ujar hatiku ketika melihat mu.
Menahan
waktu…
Hari-hariku tidak lagi aku habiskan hanya
untuk mengikuti poros waktu dan malamkupun terjaga selalu dalam setiaap
bayangan mu. Kini aku punya alasan untuk sang malam agar tidak cepat belalu
karena ingin menghadirkan dirimu dalam dunia hayal ku.
Pupuk
cinta…
Gersan hatiku telah menjadi tanah subur yang
diatasnya tumbuh bunga-bunga yang serbak mewangi, indah dipandang dan sejuk di
hati. Hati yang sekian lama mengental kini telah dicairkan oleh tetesan rasa
yang telah kamu hadirkan dari sanubariku.
Tidak tau…
Aku tidak tau akan rasa ini, aku tidak
mengerti apa yang terjadi pada diriku sendiri. Hanya satu yang dapat aku pahami
akan hadirnya rasa ini dalam hatiku yaitu rasa damai, rasa nyaman dan rasa
bahagia ketika melihat mata indah meskinpun itu hanya sesaat.
Sulit…
Mencoba untuk menepis segala pengharapan yang
ada dalam hati ini akan sebuah hasrat untuk bisa mengenalmu lebih dari sekedar
kata. Namun, aku tak mampu untuk
melawannya semakin aku coba semakin membuatku tak mampu untuk melakukannya.
Benar Or
Salah….
Mungkin ini adalah sebuah kesalahan, ataukah
mungkin ini sebuah kesempatan untuk membangun kembali bahtera cinta yang telah
tenggelam bersama luka dilautan penyesalan. Atau bahkan ini adalah pengobat
luka dari bekas penghianat masa yang lalu.
Waktu
Bicara…
Rasa ini semakin lama semakin mengembang
bersama waktu dan aku semakin tak sanggup untuk menyembunyikan dari diriku
sendiri. Seringkali aku bertingkah aneh untuk selalu bisa menutupi jika berda
didekatmu dan bahkan lebih memilih menghindar dari tatapan itu.
Chatting…
Aku mulai menyapa dalam dunia maya. Berawal
dari kata “sore” aku tulis dalam sebuah chatt di facebook. Awalnya ragu untuk
mengetik kata tersebut dan entah mengapa jariku begitu memaksa untuk melakukan dengan dorongan hati ikut bicara.
Lisan tak
bersuara…
Kata akrab mungkin belum tepat aku katakan
saat ini kerena Cuma bisa menyapa lewat lisan tak bersuara itu. Tapi itu sudah
lebih dari cukup untuk memberikan sebuah kedamaian yang aku rasakan dalam hari-hariku.
Alasan…
Kenapa belum hafal lirik ? kata pertama yang
terucap lansung dari tuturku untuk kamu .
Kata itu mungkin kedengaran memarahi tapi maksud sebenarnya adalah agar kamu
bisa lama berdiri didepanku dengan alsan untuk mengajari kamu. “sotta”
Mengaku…
TERPAKSA bukan karena tidak ada pilihan lain,
melaingkin kata HARUS mengamuk dalam hatiku untuk mengungkapkan rasa ini
padamu. Tidak ada terlintas dalam pikirku dan hatiku untuk mengharapkan balasan
dari dirimu akan rasaku.
Belum
Mengerti…
Hari demi hari berjalan begitu cepat. Kita
semakin dekat dalam dunia rasa yang aku
sendiri tidak apakah ini sebuah kenyataan yang hadir dimataku ataukah sekadar
mimpi sesaat sesaat yang seketika bisa membangunkanku dari tidur.
Bersatu…
Kata AKU dan KAMU kini telah berubah menjadi
KITA. Semoga kata itu menjadi awal dari goresan pena hidup KITA, dan bisa
menjadi ikatan suci dalam mihrab Sang Rabbi, menjadi lilin kecil yang bisa
saling menerangi dalam gelap duka.
Harapan…
Setiap insan punya harapan dan setiap harapan
tersirat alasan. Alasan yang sangat sederhana mengapa aku ingin menjalani
ikatan rasa bersama , yakni bisa menemukan rusukku dalam darimu dan bisa
membawa dalam surga yang di rindukan.
Minggu, 27 Desember 2015
Ya
Allah Di Atas Sajadah Panjang Ini Saya Meratapi
Dosa-Dosa
Dan Kesalahan Saya”
Sebagai manusia biasa yang diciptakan oleh Mu Robbi memiliki perasaan. Maka sudah fitrahku sebagai hamba Mu untuk ingin selalu
dekat dengan Mu. Diatas sajadah panjang ini aku meratapi segala dosa-dosaku dan
kehilafanku kepada Mu. Tangan ini menjulang tinggi
Alunan dzikirku melebihi riuhnya nyanyian mega Dalam rasa, dalam jiwa kalbuku,
melebihi dalamnya samudra Tetes darah rindu bolak-balik dalam bongkahan hati
yang semaki jernih sampai di jantung tubuh dan, Duduk terdiam dalam nadi
kalbuku Helahan napas silih berganti, berirama mengiringi nyanyian dzikir ya Allah ya Tuhanku, kutak
ingin menduakan cinta Mu, ku tak ingin berpaling dari Mu, ku tak ingin lagi
merasakan kehampaan dalam hidup ini, dulu aku kira memiliki seorang pendamping
yang setia, memiliki sahabat yang setia dan baik adalah pelipur segala
keresahan hati, tapi aku salah ya Allah, kini aku temukan jawabannya, bahwa
hanya Engkau yang mampu menenangkan hatiku. Hanya Engkau yang mampu mengobati
hatiku yang hampa.Kehadiran Mu dihatiku terasa indah, cinta Mu padaku
mendamaikan diriku, setiap kali mengingat Engkau, setiap kali menyebut dan
mendengar nama Mu, aku meneteskan airmata, begitu mulianya Engkau, memberiku
kesempatan tuk mengenal Mu dan mencintai_Mu .
Ya Allah ……..
Engkau Zat pengabul harapan dari
setiap hamba Mu, Engkau Penentu dari segala keputusan yang direncenakan oleh
setiap pinta hamba Mu, Engkau Maha suci di atas suci penghapus dari segala dosa
pemaaf dari dari segala pinta yang tulus, tidak ada seorangpun yang bisa menolak
dari segala sknario yang telah Engkau tuliskan dan tak seorang yang mampu
membendung apa yang telah Engkau Musnakan, tidak ada daya dan upaya melaingkan
semua dibawa naungan Mu. “laahaula walaa qawwata illa billa” Saat kumendengar orang lain
menjelekkan nama Mu dan mengingkari kasih sayang Mu, perih hatiku mendengarnya,
kuingin berteriak dan berkata pada mereka bahwa Engkau adalah kekasihku yang
sangat mulia tak tertandingan kebesaran Mu, mereka tak mengenal Mu, kuingin
memperkenalkan Engkau kepada mereka.Ya Allah, temani aku disetiap saat, jangan
biarkan aku menjauh dari Mu, jangan tinggalkan aku lagi, tetaplah disisiku tuk
selamanya, terangilah setiap langkahku, luruskanlah setiap niatku, ku tak ingin
merasakan lagi kesepian karena tak ada Engkau disisiku, Engkaulah yang pantas
kujadikan kekasihku penenang jiwaku.Engkau telah setia menemaniku,mendengar
curahan hatiku,berkeluh kesah dihadapan Mu,dengan sabar Engkau mendengarku, dengan
setia Engkau datang memenuhi panggilanku, di atas sajadah kuserahkan segala
cintaku, diatas sajadah kita bertemu tuk berkasih sayang, diatas sajadah Engkau
setia menemaniku, diatas sajadah Engkau datang memenuhi janji Mu, diatas
sajadah aku menunggu Mu. Setiap gerak sholatku, setiap gerak langkahku, setiap gerak tubuhku,
ku ingin hanya Engkau yang ada di ingatanku, kuingin hanya Engkau yang ada
dihatiku, kuingin hanya Engkau yang ada didadaku, harapan yang aku miliki kuingin
hanya Engkau yang mengetahui Nya, setiap derita yang kualami kuingin hanya
Engkau pelipur lara, setiap keluh kesah yang menghampiri kuingin hanya Engkau
tempatku mengaduh, setiap kebahagiaan yang menyapa kuingin hanya Engkau yang
menemani.
Ya Robbi ….
Jasman
hanyalah yang tak pandai berterima kasih atas segala fasilitas duniawi yang
Engkau titipkan. Malam ini ya Allah Semilir angin mendinginkan hatiku dalam dua per tiga
malam saat
aku bersimpuh di bentangan sajadah panjangku, Lantunan ayat demi ayat
dalam al qur`an bergulir dalam hati yang merindu .Adakah malam seribu bulan yang datang tuk menghiburku Menjadi cahaya diantara
keraguan hitam dan putih membuat jemariku menari tertengadah melantunkan doa seraya berharap dalam sunyi senyap yang berbalut kerinduan tuk
meraih piala taqwa sambil membentangkan sajadah panjang yang kurajut genangan air
mata haru dalam tahajud sembari berdoa Yaa Ilahi... ijinkan hamba membasuh jiwa agar dapat terlepas dari
segala noda dan dosa-dosa dan biarkan pula lisan ini berdzikir berharap mampu mengetarkan irama hati yang sekian
lama di bekukan oleh dosa-dosa yang aku lakukan, mampu membasahi bumi hati yang
gersan karena noda-noda hitam yang aku goreskan.
Tuhan….
Diatas
sajadah panjang ini aku meratapi segala dosa-dosa yang selama ini aku kerjakan.
Jika nafas ini masih memberiku waktu, jika raga ini masih memberiku kekuatan dan
jika iman ini terus melekat dalam hati, maka izinkan hamba Mu yang penuh dosa
ini untuk mencari jalan pulang yang benar untuk
bisa bertemu dengan pencipta Nya yang maha Agung. bila tidak ada
hidayah-Mu aku hanyalah sebutir debu yang tak berarti aku haus selalu akan rahmat-Mu jangan biarkan hamba Mu ini salah dalam berterima kasih hanya dalam ridho Mu ku sajikan tarian
dalam iringan tembang doa di atas sajadah yang terbentang panjang di antara
kaki langit menguatkan tiang-tiang iman dalam lapar dan dahaga jiwa membangun
ketaatan demi sebuah ketaqwaan sejatiku. Hamba ini terlalu naif kerena selama ini
sangat jauh dari Mu bahkan aku lebih memilih untuk mendengarkan music dari pada
asma-asma Mu, aku lebih meluangkan waktuku untuk bernyanyi dibandingkan dengan
melafazkan kalimat-kalimat suci Mu dan tidak sesekali aku mengabaikan lima
waktuku untuk menghadap didepan Mu. Betapa durhaka hamba Mu ini. Jika surge Mu
kelak menolak ku nantinya maka hamba tidak akan protes dengan hal itu, dan jika
nereka Mu ikhlas untuk menyiksa hamba yang tak pandai berterima kasih ini maka
hambapun takkan protes dengan itu.
Sadarku kini
telah membangunkan ku dari minpi duniawi bahwaSumber ketenangan hanya dari Engkau Ya Allah. Tidak ada yang pantas
membuat seorang mukmin resah hanya karena hal dunia. Syukur akan nikmat Mu kini
telah menjadi pondasi iman Ku, Engkau Zat yang membolak balikan hati, izinkalah
hati hamba Mu ini untuk tetap istiqomah di jalan Mu.
Amin….
Langganan:
Komentar (Atom)
