Bukan
sekedar tatapan…
Berawal dari ketidak sengajaan ku
memperhatikanmu dan hingga akhir akhirnya menumbuh kan hasrat dihati ini untuk
selalu bisa melihat tatapan tajam yang ada di bola mata indah mu. Sederhana tapi
indah terucap kata itu di setiap ujar hatiku ketika melihat mu.
Menahan
waktu…
Hari-hariku tidak lagi aku habiskan hanya
untuk mengikuti poros waktu dan malamkupun terjaga selalu dalam setiaap
bayangan mu. Kini aku punya alasan untuk sang malam agar tidak cepat belalu
karena ingin menghadirkan dirimu dalam dunia hayal ku.
Pupuk
cinta…
Gersan hatiku telah menjadi tanah subur yang
diatasnya tumbuh bunga-bunga yang serbak mewangi, indah dipandang dan sejuk di
hati. Hati yang sekian lama mengental kini telah dicairkan oleh tetesan rasa
yang telah kamu hadirkan dari sanubariku.
Tidak tau…
Aku tidak tau akan rasa ini, aku tidak
mengerti apa yang terjadi pada diriku sendiri. Hanya satu yang dapat aku pahami
akan hadirnya rasa ini dalam hatiku yaitu rasa damai, rasa nyaman dan rasa
bahagia ketika melihat mata indah meskinpun itu hanya sesaat.
Sulit…
Mencoba untuk menepis segala pengharapan yang
ada dalam hati ini akan sebuah hasrat untuk bisa mengenalmu lebih dari sekedar
kata. Namun, aku tak mampu untuk
melawannya semakin aku coba semakin membuatku tak mampu untuk melakukannya.
Benar Or
Salah….
Mungkin ini adalah sebuah kesalahan, ataukah
mungkin ini sebuah kesempatan untuk membangun kembali bahtera cinta yang telah
tenggelam bersama luka dilautan penyesalan. Atau bahkan ini adalah pengobat
luka dari bekas penghianat masa yang lalu.
Waktu
Bicara…
Rasa ini semakin lama semakin mengembang
bersama waktu dan aku semakin tak sanggup untuk menyembunyikan dari diriku
sendiri. Seringkali aku bertingkah aneh untuk selalu bisa menutupi jika berda
didekatmu dan bahkan lebih memilih menghindar dari tatapan itu.
Chatting…
Aku mulai menyapa dalam dunia maya. Berawal
dari kata “sore” aku tulis dalam sebuah chatt di facebook. Awalnya ragu untuk
mengetik kata tersebut dan entah mengapa jariku begitu memaksa untuk melakukan dengan dorongan hati ikut bicara.
Lisan tak
bersuara…
Kata akrab mungkin belum tepat aku katakan
saat ini kerena Cuma bisa menyapa lewat lisan tak bersuara itu. Tapi itu sudah
lebih dari cukup untuk memberikan sebuah kedamaian yang aku rasakan dalam hari-hariku.
Alasan…
Kenapa belum hafal lirik ? kata pertama yang
terucap lansung dari tuturku untuk kamu .
Kata itu mungkin kedengaran memarahi tapi maksud sebenarnya adalah agar kamu
bisa lama berdiri didepanku dengan alsan untuk mengajari kamu. “sotta”
Mengaku…
TERPAKSA bukan karena tidak ada pilihan lain,
melaingkin kata HARUS mengamuk dalam hatiku untuk mengungkapkan rasa ini
padamu. Tidak ada terlintas dalam pikirku dan hatiku untuk mengharapkan balasan
dari dirimu akan rasaku.
Belum
Mengerti…
Hari demi hari berjalan begitu cepat. Kita
semakin dekat dalam dunia rasa yang aku
sendiri tidak apakah ini sebuah kenyataan yang hadir dimataku ataukah sekadar
mimpi sesaat sesaat yang seketika bisa membangunkanku dari tidur.
Bersatu…
Kata AKU dan KAMU kini telah berubah menjadi
KITA. Semoga kata itu menjadi awal dari goresan pena hidup KITA, dan bisa
menjadi ikatan suci dalam mihrab Sang Rabbi, menjadi lilin kecil yang bisa
saling menerangi dalam gelap duka.
Harapan…
Setiap insan punya harapan dan setiap harapan
tersirat alasan. Alasan yang sangat sederhana mengapa aku ingin menjalani
ikatan rasa bersama , yakni bisa menemukan rusukku dalam darimu dan bisa
membawa dalam surga yang di rindukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar