Minggu, 27 Desember 2015



Ya Allah Di Atas Sajadah Panjang Ini Saya Meratapi 
                                           Dosa-Dosa Dan Kesalahan    Saya”
Sebagai manusia biasa yang diciptakan oleh Mu Robbi memiliki perasaan. Maka sudah fitrahku sebagai hamba Mu untuk ingin selalu dekat dengan Mu. Diatas sajadah panjang ini aku meratapi segala dosa-dosaku dan kehilafanku kepada Mu. Tangan ini menjulang tinggi Alunan dzikirku melebihi riuhnya nyanyian mega Dalam rasa, dalam jiwa kalbuku, melebihi dalamnya samudra Tetes darah rindu bolak-balik dalam bongkahan hati yang semaki  jernih sampai di jantung tubuh dan, Duduk terdiam dalam nadi kalbuku Helahan napas silih berganti, berirama mengiringi nyanyian dzikir ya Allah ya Tuhanku, kutak ingin menduakan cinta Mu, ku tak ingin berpaling dari Mu, ku tak ingin lagi merasakan kehampaan dalam hidup ini, dulu aku kira memiliki seorang pendamping yang setia, memiliki sahabat yang setia dan baik adalah pelipur segala keresahan hati, tapi aku salah ya Allah, kini aku temukan jawabannya, bahwa hanya Engkau yang mampu menenangkan hatiku. Hanya Engkau yang mampu mengobati hatiku yang hampa.Kehadiran Mu dihatiku terasa indah, cinta Mu padaku mendamaikan diriku, setiap kali mengingat Engkau, setiap kali menyebut dan mendengar nama Mu, aku meneteskan airmata, begitu mulianya Engkau, memberiku kesempatan tuk mengenal Mu dan mencintai_Mu .
Ya Allah ……..
Engkau Zat pengabul harapan dari setiap hamba Mu, Engkau Penentu dari segala keputusan yang direncenakan oleh setiap pinta hamba Mu, Engkau Maha suci di atas suci penghapus dari segala dosa pemaaf dari dari segala pinta yang tulus, tidak ada seorangpun yang bisa menolak dari segala sknario yang telah Engkau tuliskan dan tak seorang yang mampu membendung apa yang telah Engkau Musnakan, tidak ada daya dan upaya melaingkan semua dibawa naungan Mu. “laahaula walaa qawwata illa billaSaat kumendengar orang lain menjelekkan nama Mu dan mengingkari kasih sayang Mu, perih hatiku mendengarnya, kuingin berteriak dan berkata pada mereka bahwa Engkau adalah kekasihku yang sangat mulia tak tertandingan kebesaran Mu, mereka tak mengenal Mu, kuingin memperkenalkan Engkau kepada mereka.Ya Allah, temani aku disetiap saat, jangan biarkan aku menjauh dari Mu, jangan tinggalkan aku lagi, tetaplah disisiku tuk selamanya, terangilah setiap langkahku, luruskanlah setiap niatku, ku tak ingin merasakan lagi kesepian karena tak ada Engkau disisiku, Engkaulah yang pantas kujadikan kekasihku penenang jiwaku.Engkau telah setia menemaniku,mendengar curahan hatiku,berkeluh kesah dihadapan Mu,dengan sabar Engkau mendengarku, dengan setia Engkau datang memenuhi panggilanku, di atas sajadah kuserahkan segala cintaku, diatas sajadah kita bertemu tuk berkasih sayang, diatas sajadah Engkau setia menemaniku, diatas sajadah Engkau datang memenuhi janji Mu, diatas sajadah aku menunggu Mu. Setiap gerak sholatku, setiap gerak langkahku, setiap gerak tubuhku, ku ingin hanya Engkau yang ada di ingatanku, kuingin hanya Engkau yang ada dihatiku, kuingin hanya Engkau yang ada didadaku, harapan yang aku miliki kuingin hanya Engkau yang mengetahui Nya, setiap derita yang kualami kuingin hanya Engkau pelipur lara, setiap keluh kesah yang menghampiri kuingin hanya Engkau tempatku mengaduh, setiap kebahagiaan yang menyapa kuingin hanya Engkau yang menemani.
Ya Robbi ….
Jasman hanyalah yang tak pandai berterima kasih atas segala fasilitas duniawi yang Engkau titipkan. Malam ini ya Allah Semilir angin mendinginkan hatiku dalam dua per tiga malam saat aku bersimpuh di bentangan sajadah panjangku, Lantunan ayat demi ayat dalam al qur`an bergulir dalam hati yang merindu .Adakah malam seribu bulan yang datang tuk menghiburku Menjadi cahaya diantara keraguan hitam dan putih membuat jemariku menari tertengadah melantunkan doa seraya berharap dalam sunyi senyap yang berbalut kerinduan tuk meraih piala taqwa sambil membentangkan sajadah panjang yang kurajut genangan air mata haru dalam tahajud sembari berdoa Yaa Ilahi... ijinkan hamba membasuh jiwa agar dapat terlepas dari segala noda dan dosa-dosa dan biarkan pula lisan ini berdzikir berharap  mampu mengetarkan irama hati yang sekian lama di bekukan oleh dosa-dosa yang aku lakukan, mampu membasahi bumi hati yang gersan karena noda-noda hitam yang aku goreskan.
Tuhan….
Diatas sajadah panjang ini aku meratapi segala dosa-dosa yang selama ini aku kerjakan. Jika nafas ini masih memberiku waktu, jika raga ini masih memberiku kekuatan dan jika iman ini terus melekat dalam hati, maka izinkan hamba Mu yang penuh dosa ini untuk mencari jalan pulang yang benar untuk  bisa bertemu dengan pencipta Nya yang maha Agung. bila tidak ada hidayah-Mu aku hanyalah sebutir debu yang tak berarti aku haus selalu akan rahmat-Mu jangan biarkan hamba Mu ini salah dalam berterima kasih hanya dalam ridho Mu ku sajikan tarian dalam iringan tembang doa di atas sajadah yang terbentang panjang di antara kaki langit menguatkan tiang-tiang iman dalam lapar dan dahaga jiwa membangun ketaatan demi sebuah ketaqwaan sejatiku. Hamba ini terlalu naif kerena selama ini sangat jauh dari Mu bahkan aku lebih memilih untuk mendengarkan music dari pada asma-asma Mu, aku lebih meluangkan waktuku untuk bernyanyi dibandingkan dengan melafazkan kalimat-kalimat suci Mu dan tidak sesekali aku mengabaikan lima waktuku untuk menghadap didepan Mu. Betapa durhaka hamba Mu ini. Jika surge Mu kelak menolak ku nantinya maka hamba tidak akan protes dengan hal itu, dan jika nereka Mu ikhlas untuk menyiksa hamba yang tak pandai berterima kasih ini maka hambapun takkan protes dengan itu.
Sadarku kini telah membangunkan ku dari minpi duniawi bahwaSumber ketenangan hanya dari Engkau Ya Allah. Tidak ada yang pantas membuat seorang mukmin resah hanya karena hal dunia. Syukur akan nikmat Mu kini telah menjadi pondasi iman Ku, Engkau Zat yang membolak balikan hati, izinkalah hati hamba Mu ini untuk tetap istiqomah di jalan Mu.
Amin….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar